Tuesday, October 24, 2006

Idul Fitri 1427H

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Laa Illaha Ilallahu Allahu Akbar
Allahu Akbar Wa Lilla Hilham

Tahun ini (kalau tidak salah ingat, seperti tahun 1998) pemerintah (MUI), NU dan Muhammadiyah tidak kompak dalam menentukan awal bulan Syawal/hari raya Idul Fitri. MUI dan NU menentukan tanggal 24 Oktober 2006 dan Muhammadiyah sehari sebelumnya tanggal 23 Oktober 2006. Perbedaan metode memungkinkan hal ini terjadi, tapi kata orang muda sekarang, asik-asik aja, tidak usah terlalu dipusingkan dan dibesar-besarkan. Perbedaan itu indah (coba saja kalau warna tidak berbeda-beda antara satu dengan lainnya, pasti pelangi itu tidak indah).
Saya dan keluarga merayakan Idul Fitri pada tanggal 23 Oktober 2006. Pagi, seperti biasa, diawali dengan sholat Ied di lapangan, dan seperti tahun sebelumnya, saya sholat di lapangan Stadion Mandala Krida. Anesh pagi-pagi sudah dibangunkan dan dimandikan untuk ikut. Senangnya dia melihat orang banyak. Oya, Anesh sekarang sudah 23 bulan usianya, bulan depan genap 2 tahun. Masih takjud saya dengan tingkah polah Anesh, ada-ada saja yang dilakukannya, hal-hal baru. Tapi ini bukan saatnya cerita tentang Anesh.
Setelah sholat, kami pulang dulu untuk sarapan dan sungkem dengan ibu dan nenek, dan bersalaman dengan adik-adik. Kemudian kami pergi bersilaturahmi ke tempat sodara-sodara di Imogiri. Seharian pergi sampe sore, cape, tapi menyenangkan. Ternyata ada sodara yang merayakan Idul Fitri tanggal 24 Oktober 2006.
O ya, kenapa ya hidangan Idul Fitri itu harus Ketupat/Lontong, Opor ayam dan Sambel goreng ati?

Buat semuanya
Kami sekeluarga mengucapkan
Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1427H
Taqabbalallu Minna Wa Minkum
Minal Aidin Walfaidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Tuesday, May 02, 2006

Akhir dari petualangan di Day-Care

Memasukkan putri kecil ku di daycare membuat kami orang tuanya mencari lebih banyak mengenai daycare. Bisa di baca di sini dan di sini.

Seminggu, akhirnya, karena berbagai pertimbangan (salah satunya dari artikel e-psikologi, bisa dilihat link di atas) dan ketidaksetujuan para nenek Anesh, kami putuskan untuk merumahkan kembali anak kami. Yah, kami mau tidak mau harus mencari jalan keluar, mungkin dengan mencari pengasuh. Untuk sementara ini masih dengan cara lama, kami jaga bergantian kalau-kalau kami ada perlu di kampus atau perlu pergi. Mudah-mudahan putusan kami benar. Rencananya kalau nanti sudah 2 atau 2,5 tahun, kami siapkan untuk masuk ke playgroup atau pre-school.

Sunday, April 30, 2006

Akhirnya seminggu sudah

Hari ini tepat hari ke 6 si kecil di daycare. Kemarin kamis sempat di rumah dulu sih, ngantuk banget, jadi tidur dulu di rumah. Hari jum'at dan sabtu, keliatannya sudah bisa agak betah. Kata Umi nya, sudah mau jalan-jalan. Syukurlah. Tapi di rumah, masih agak rewel kalau sudah mulai ngantuk.
Yang menjadi pertanyaan besar kami sebagai orangtua, sebenarnya apakah tepat memasukkan anak kami di daycare? Karena sistemnya tidak boleh ditunggu orangtua, kami takut anak kami mempunyai kesan bahwa dia ditinggal. Bagaimana ya?

Wednesday, April 26, 2006

Hari ke-tiga putri kecilku di Daycare

Masih nangis, bikin gak tega. Pimpinan daycare nya memang sudah kasi tau, bakal seminggu sering nangis. Yah, prihatin, sabar, sabar, sabar ... Waktu diantar pagi, memang nangis, gak mau di tinggal, tapi setelah digendong Umi nya, di alihkan, keliatannya sudah mulai adaptasi. Ya syukur Alhamdulillah.
Siangnya, kami jemput agak lambat dari sebelumnya, jam 13.00. Waktu kami datang, memang Anesh tidak sedang menangis. Dan dari cerita Umi nya, memang sudah berkurang nangisnya, hanya saja Anesh belum bisa tidur lama dan nyenyak. Mungkin karena banyak anak dan suasana yang asing ya. Pengennya tidur ditemenin. Anesh keliatannya sudah mulai adaptasi. Tapi karena masih nangis dan kurang tidur siang, sore jadi agak rewel. Ngantuk, tapi gak mau tidur. Maunya nempel ama mamahnya. Akhirnya bisa tidur, dan karena tidur cepat, bangunnya juga pagi-pagi sekali. Kemarin ini bangunnya jam 5, biasanya jam 6-6.30. Bangun tidur, biasanya keceriaannya muncul lagi.

Monday, April 24, 2006

First day at Daycare

Hari ini, 24 April 2006, jam 8.30 kami mengantarkan prutri kecil kami ke Daycare nya (Pelangi Anak). Dekat saja dari rumah, 20 menit naik motor. Sampai di sana, berdasarkan aturan yang ada, kami tidak boleh menemani anak kami. Jadi langsung kami tinggal. Memang waktu digendong pengasuhnya, anak kami langsung menangis. Sebenarnya tidak tega, sangat tidak tega, kami meninggalkannya begitu saja. Rasanya gimana gitu di dalam hati .... Mudah-mudahan ini yang terbaik baik kami dan terutama buat anak kami. Nanti jam 12 kami hubungi daycare, kalau belum betah, akan kami jemput. Betah gak ya? Sekarang lagi ngapain ya? Nangis terus gak ya? Duh ...

Sunday, April 23, 2006

Putri kecilku mau sekolah

Besok senin, tanggal 24 April 2006 adalah hari bersejarah buat si kecil ku. Si kecilku masuk sekolah!!! Sebenarnya bukan sekolah beneran sih, bukan TK atau semacamnya. Semacam daycare gitu tapi di sana juga diajarin macam-macam, mulai dari bernyanyi, berdoa, bermain bersama, toilet training, makan dll.
Sebenarnya agak kuatir juga sih. Kan first day tuh. Ya first day buat aku sebagai papahnya juga first day buat si kecil. Ada yang bilang juga, apa gak kasian, tega ninggalin anak sekecil itu di daycare? Yah, kami sebagai orangtua sudah banyak melakukan pertimbangan. Selain kepraktisan (ini bukan pertimbangan utama), pertimbangan lainnya adalah Anesh, si kecilku, suka sekali bermain dengan teman sebayanya. Dengan ada di daycare, dia akan punya banyak teman. Hal lainnya adalah mamahnya Anesh (dan juga aku) akan segera masuk kerja. Lainnya, Anesh sudah pengen sekolah. Beneran ini, ceritanya di depan rumah ibuku kan ada sekolah SMP, nah kalau waktu masuk dan bubaran sekolah, Anesh suka sekali memperhatikan mereka dan kalau ditanya, apa dia pengen sekolah seperti kakak-kakak itu, dijawab pengen. Nah, waktu kami meninjau (maksudnya liat-liat sambil tanya sekalian kalo cocok mendaftarkan) calon daycare (kapan-kapan aku ceritain tentang daycarenya) itu, Anesh dengan antusias jalan kesana jalan ke sini, senyum sana senyum sini. PD banget yah. Daycare nya bagus dan dekat dengan rumah kami, bersih dan nanny nya (disana panggilannya Umi) ramah, jadi kami sepakat untuk mendaftarkannya. Jadi deh si kecil, si putri kami akan sekolah besok senin. Katanya 2-3 hari pertama akan terasa berat bagi kami dan si kecil (akan sering nangis), tapi demi perkembangannya juga, harus kami relakan. Mohon doanya ya.

O ya, di depan tembok rumah tempat daycare itu, ada tulisan yang dari dulu sudah menjadi tekadku untuk bagaimana mendidik anak kelak. Tulisan dari Dorothy Law Nolte judulnya Children Learn What They Live. Edisi bahasa Inggrisnya gini:
If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
If children live with encouragement, they learn confidence.
If children live with tolerance, they learn patience.
If children live with praise, they learn appreciation.
If children live with acceptance, they learn to love.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
If children live with sharing, they learn generosity.
If children live with honesty, they learn truthfulness.
If children live with fairness, they learn justice.
If children live with kindness and consideration, they learn respect.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.
Copyright © 1972 by Dorothy Law Nolte

Thursday, April 20, 2006

Lama tidak nge-Blog, Kangen juga

Ternyata lama tidak nge-Blog juga bikin kangen ya. Lama tidak bisa online, karena lagi sibuk menyelesaikan tugas akhir kuliah alias tesis. Yah, begini nasib yang onlinenya cuma bisa di warnet, tidak bisa di rumah. Tesis masih belum selesai, sudah sampai bab IV, tinggal 2 bab lagi. Mohon do'a nya buat semua yang baca ya.